Posted by: Kamal on: April 17, 2010
Dengan berhati – hati dia memilih manik mimpi yang bertaburan di dulang janji lalu ditampal pada helaian kehidupan yang robek diterjah tusukan realiti menghimpitnya hingga ke sisi sebuah kenyataan yang pahit. Seringkali tangannya terluka benang harapan yang rapuh pun terputus pudar warnanya setelah bertahun tidak tersentuh di celah timbunan kekhilafan – darah menitik, kepedihan terpercik [...]
Posted by: Kamal on: December 3, 2008
Dingin pagi Disember seorang aku berlarian mencari teduhan, hujan masih belum berhenti – derap kaki terpercik nyalaan mimpi semalam masih kejap diingatan terus dinanti seberkas sinar di langit Januari. “Masih harum lagikah, sebongkah mimpi yang disisir sepurnama lalu ?” Disember, dakaplah mimpiku untuk kubawa pergi ke daerah bahagia tidak mahu keciciran hilang ditelan kabut [...]
Recent Comments