di garis putih cinta

PAGI YANG TENANG DI SEBUAH DUSUN

Posted by: sujak on: July 6, 2009

Ketika menikmati durian dan manggis
di dusun nenek, dia bercerita tentang
masa lalu yang pedih dan kesukaran
zaman sebelum kemerdekaan;
“Tanpa keinginan dan usaha kita
tidak akan mampu menikmati manisnya
kebahagiaan hari ini.”

Rimbun pepohonan puluhan tahun
enak terasa hasilnya hingga berkurun,
kami berkumpul dan mendengar cerita
nenek penuh rasa kagum;
“Hari ini hidup kita sudah senang, tapi kita
lupa tentang masa silam, payah sikit kita
merunggut dan berdendam.”

Musim buah kami pulang ke desa
berkumpul dan bermesra sanak-saudara
mengingati zaman kecil yang penuh duka
kini semua sudah berjaya ke menara
bersyukur dengan nikmat dari yang Esa
memberi peluang kami melakar kejayaan
nikmat sebuah kemerdekaan.

Senja itu kami pulang semula ke kota
tinggalkan segala cerita di desa tercinta
memahat harapan dan rindu untuk terus bertemu
doa kami moga nenek dan ayah bonda sentiasa
sihat dan ceria selalu – “Peliharalah kemerdekaan ini,
jangan dilepaskan lagi apa yang kita miliki,”
pesan nenek kepada kami lagi.

KAMAL SUJAK
SHDL, MMU, CYBERJAYA.
1 Julai 2009
(Berita Harian, Sabtu 4 Julai 2009)

Leave a Reply