di garis putih cinta

AYAH (DALAM DIAM MU)

Posted by: sujak on: May 18, 2009

Hanya sesekali suaramu melintas
mengutusi salam kerinduan
dikeriuhan hidup kami –
pada setiap keresahan hati
kaupendamkan sendiri
mengusung sunyi dalam
derap langkah kaki
ke ruang yang ingin
dimengerti.

Ayah, dalam diam mu itu
aku memaklumi hempasan rasa
yang bersimpang-siur dalam
urat saraf nadi cekalmu
mengharap agar segalanya
seteguh masa yang tak
pernah letih beranjak
menghembuskan ingatan
ke lubuk hati.

Ayah, selagi adanya mentari
dan dingin pagi di kaki hari
aku tetap setia di sisi
memimpin tanganmu kembali.

AZHAN KAMAL
Cyberjaya.
(WANITA, Jun 2009 p:129)

Leave a Reply