di garis putih cinta

Archive for December 2008

LIDAH SANG PENDUSTA

Posted by: sujak on: December 29, 2008

Katamu,setelah merdeka
telah termaktub di perlembagaan
bahasa ibundaku yang satu itu
berdiri gagah penuh daya
menggerak sebuah negara bangsa
menuju keabadian cita
disanjung, dimulia selayaknya
mengemudi sebuah negara.
Hari ini, bahasa Melayu itu
tidak ubah nasibnya
bagai tikar mengkuang bonda
telah hilang serinya, robek di tangan sendiri
dipijak, dihenyak sesuka hati
lidah yang tidak punya jati diri.
Engkau telah berdusta
tidak mempertahankan kemuliaannya
tidak peduli amanat bangsa
membiarkan bahasamu dibunuh
oleh lidahmu sendiri, [...]

DI JALAN LAIN

Posted by: sujak on: December 23, 2008

Di daerah ini,
tabahkan hatimu
untuk kembali melangkah
di jalan lain yang damai,
buang sahaja bongkah kekesalan
yang memberat di dadamu
usirkan segala resah di jiwa
rawat kembali luka di hati
dengan alunan zikir yang tidak henti
tanda diri tulus menyesali.
 
Hari ini,
mentari indah Januari
melimpahkan cahaya ceria
di jalan ini kita bersama
bertatih kembali,
mencantumkan semula serpihan harapan
untuk sebuah kehidupan,
penuh bahagia.
 
Di jalan lain,
segala duga pasti ditempuhi
dengan keazaman baru,
tidak [...]

DISEMBER, DAKAPLAH MIMPIKU

Posted by: sujak on: December 3, 2008

Dingin pagi Disember
seorang aku berlarian
mencari teduhan, hujan masih
belum berhenti – derap kaki
terpercik nyalaan mimpi semalam
masih kejap diingatan
terus dinanti seberkas sinar
di langit Januari.
“Masih harum lagikah, sebongkah
mimpi yang disisir sepurnama
lalu ?”
 
Disember, dakaplah mimpiku
untuk kubawa pergi
ke daerah bahagia
tidak mahu keciciran
hilang ditelan kabut siang
tersangkut di ranting duga
berkali-kali dicuba -
hari masih basah
esok pastiku temui
seribu pintu bahagia
di depan sana,
rahmatilah Tuhan Yang [...]